Menuju Pribadi . . . .

Menuju pribadi yang semakin diperkenan oleh Tuhan . By Saut Panjaitan.

Selasa, 19 Juni 2012


Upah Yang Setimpal  
 (Bacaan : Yeremia 17:10-11)          
“Aku, TUHAN,yang menyelidiki hati,yang menguji bathin,untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya,setimpal dengan hasil perbuatan nya” (Yeremia 17:10) . Saudara, jika kita baca ayat ke.11a, dikatakan,bahwa ; Orang yg suka merampas milik orang lain (entah dengan cara halus ataupun kasar), atau yang mengeruk kekayaan dengan cara yang tidak halal/ benar, akan menerima akibatnya.  Padahal banyak kita lihat orang lakukan hal itu,namun nampaknya seperti hidup enak, nyaman dan aman-aman saja. Tapi apapun pendapat kita,jelas hanya Firman Tuhan saja, yang pasti kebenarannya dan bisa dipertanggung jawabkan . Lalu menurut Firman Tuhan, akibat apa yang akan diterima ?  1)  Dipertengahan usianya,akan kehilangan semuanya  (ayat 11 b) .  Tapi bukankah kita lihat, banyak orang yg berprilaku seperti itu, tetapi sampai usia tuanya, tetap saja kaya raya, dan lain sebagainya ?  Saudara, mungkin saja orang tersebut sampai usia sangat tua, masih nampak kaya raya, nyaman dan seperti bahagia. Tapi siapa yg tahu, apa yang terjadi sebenarnya, dalam ; hidupnya, kesehatannya,rumah tangganya,bahkan isi hatinya . Sebagai contoh,coba lihat kehidupan berantakan, dari anak cucu salah seorang bekas pemimpin Indonesia . Dimana harta dan kekayaan,tak mendatang kan bahagia dan sejahtera,melainkan kedukaan yg menyakitkan.  2)  Ketika meninggal banyak dicaci/ dikutuk orang (ayat 11 b). Firman Tuhan mengatakan,bahwa ; “Apa yg kita tabur, itu yang akan dituai .  Menabur baik,pasti menuai baik (berlipat kali ganda). Demikian pula sebaliknya, menabur keburukan, pasti akan menuai keburukan,caci maki dan kutuk yg berlipat kali ganda pula . Meski terkadang, itu baru diterimanya setelah meninggal,karena waktu masih hidup,orang tidak berani melakukannya .  Dan, jika kutuk itu hanya dari satu atau dua orang saja,mungkin saja dia bisa luput . Tapi jika kutuk itu,terus menerus dan dari banyak orang,maka kemungkinan Tuhanpun akan membiarkannya terjadi . 3)  Menerima balasan yg setimpal (ayat 10).  Lho, apa yg pertama dan kedua tadi bukannya termasuk juga pembalasan dari Tuhan ?  Memang,tapi itu baru balasan didunia,belum dikehidupan akan datang. Dimana tiap orang akan dihadapkan kepengadilan Tuhan,untuk menerima kehidupan kekal bersama sama Tuhan selamanya, atau justru menerima penghukuman kekal dalam api neraka yang menyala-nyala ?  Jadi jangan pernah berpikir, bahwa tiap perbuatan tak akan ada akibatnya,baik saat sekarang maupun dikehidupan kekal kelak . Gbu .

Tidak ada komentar: